Perbedaan Intrusi dan Ekstrusi Magma

By | November 24, 2016

leetneet.com – Proses vulkanisme adalah proses naiknya magma dari dalam perut bumi. Magma sendiri merupakan material yang berbentuk cair kental dan memiliki suhu yang sangat tinggi yang ada di dalam perut bumi. Magma pada perut bumi ini melakukan suatu pergerakan yang sangat dinamis dimana ini disebabkan karena adanya tekanan udara dan banyaknya gas yang terdapat di dalamnya. Adapun dalam pergerakan aktivitas ini magma akan membuat retakan-retakan di dalam lempeng bumi sehingga magma tersebut dapat mencapai ke permukaan lapisan atmosfer bumi.

Perbedaan Intrusi dan Ekstrusi Magma

Proses keluarnya magma dari perut bumi tersebut dilakukan dengan melalui penyusupan di dalam kulit bumi, dan proses tersebut terbagi menjadi dua proses, yakni instrusi magma dan ekstrusi magma. Dan berikut ini adalah perbedaan intrusi dan ekstrusi magma :

A. Instrusi Magma

Intrusi magma adalah proses penerobosan magma yang melalui kulit bumi akan tetapi tidak sampai pada permukaan bumi. Proses intrusi magma ini kerap disebut dengan Plutonisme. Proses intrusi magma ini tidaklah sampai ke permukaan bumi akan tetapi menghasilkan batuan beku yang termasuk ke dalam golongan batuan beku intrusive.

Adapun bentuk-bentuk dari adanya intrusi magma ini, antara lain yaitu: gang, apofisa, batolit, lakolit dan kepiting intrusi.

a. Batolit adalah bentuk dari adanya intrusi magma yang mengalami suatu pembekuan di dalam dapur magma. Mengapa hal ini dapat terjadi? hal ini dikarenakan di dalam dapur magma sebenarnya ada beberapa rongga yang memiliki suhu lebih rendah dari pada ruangan lainnya, sehingga terjadi pembekuan di dalamnya. Adapun semakin jauh batuan dari inti dapur magma maka proses dari pembekuannya akan semakin cepat dan begitupun sebaliknya Bagian-Bagian Panca Indera Manusia

b. Lakolit adalah jenis dari batuan beku yang terjadi akibat adanya magma yang menyusup ke dalam 2 (dua) jenis batuan yang berbeda. Apabilah digambarkan, lakolit ini bentuknya seperti lensa cembung.

c. Kepiting Instrusi atau yang juga kerap dikenal sebagai sill merupakan magma yang masuk ke dalam 2 (dua) jenis batuan yang berbeda, akan tetapi bentuknya pipih dan melebar. Banyak yang tidak dapat membedakan antara sill dan lakolit karena memang keduanya sangat mirip. Adapun cara untuk bisa membedakannya ialah perlu dilakukan analisis yang sangat jeli.

d. Gang atau yang juga disebut sebagai korok ialah salah satu jenis batuan beku yang terjadi akibat adanya intrusi magma akan tetapi arahnya memotong batuan secara tegak lurus sehingga terbentuklah tekstur yang sangat unik karena adanya gerakan ini.

e. Apofisa ialah cabang dari gang atau korok dimana di dalam satu gang tersebut biasanya terdapat beberapa apofisa. Dan bentuknya juga lebih kecil jika dibandingkan dengan gang. Jadi, apofisa itu ialah gang versi kecilnya.

B. Ekstrusi Magma

Ekstrusi magma adalah sebuah penerobosan magma dari perut bumi melalui kerak bumi dan mencapai ke permukaan bumi. Ekstrusi magma ini merupakan proses lanjutan dari adanya proses intrusi magma yang tidak sempat mencapai ke permukaan bumi. Dalam proses ekstrusi magma ini, akan terjadi pengeluaran berbagai material dari dalam perut bumi, yaitu seperti batu, gas, lahar, lava, belerang, nitrogen, gas asam arang dan gas uap air.

Adapun bentuk-bentuk dari ekstrusi magma terdiri dari berbagai macam, dan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Esktrusi Magma Menurut Sifatnya

Adapun Ekstrusi magma menurut sifatnya ini dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:

a. Erupsi Epusif adalah jenis erupsi kecil yang tidak menyebabkan ledakan, dikarenakan tekanan gas dari dalam perut bumi terlalu kecil. Adapun bahan material yang dikeluarkan dalam erupsi ini hanyalah lava cari saja dan sedikit material padat lainnya. lava disni ialah magma yang bentuknya cair kental serta pijar dengan suhu yang sangat tinggi dan mengalir ke permukaan bumi.

b. Erupsi Eksplosif adalah jenis erupsi yang sampai menyebabkan letusan dan mengeluarkan banyak bahan material dari perut bumi. Hal ini disebabkan karena tekanan gas yang sangat kuat sehingga dapat menyebabkan bahan material dari dalam perut bumi, baik itu cair maupun padat sampai keluar dalam jumlah yang Sangat besar.

2. Ekstrusi Magma Menurut Bentuknya

Ekstrusi magma menurut bentuknya ini dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu sebagai berikut ini:

a. Ekstrusi Sentral adalah sebuah kejadian dimana keluarnya magma melalui saluran tunggal dan langsung dari pusat perut bumi, sehingga terbentuk gunung-gunung yang letaknya menyendiri, akan tetapi ukurannya cukup besar dan biasa disebut juga sebagai gunung api. Adapun contohnya adalah gunung Krakatau, dan gunung Vesuvius.

b. Ekstrusi Linier ialah proses keluarnya magma dari dalam perut bumi yang keluar dengan melalui celah di sepanjang retakan sehingga dapat menyebabkan terbentuknya beberapa gunung api yang biasanya berukuran kecil disepanjang pegunungan retakan tersebut, adapun contoh dari ekstrusi linier ini adalah pegunungan api di sepanjang jawa barat dan pegunungan api di jawa timur. Dan di Indonesia sendiri cukup banyak terdapat tipe pegunungan yang demikian yang sangat mungkin terjadi letusan karena wilayah Indonesia terletak di kawasan cincin api yang mana merupakan daerah persimpangan dari lempeng dunia.

c. Ekstrusi Areal adalah sebuah lubang besar yang dapat mengeluarkan magma ke permukaan bumi. Lubang yang sangat besar ini dikarenakan dekatnya permukaan bumi dengan dapur magma sehingga tekanannya juga sangat kuat. Karena hal ini magma tersebut dapat menghancurkan dapur magma dan meleleh keluar bumi. Adapun contoh dari ekstrusi areal ini adalah di kawasan Yellow Stone National Park di amerika serikat yang memiliki luas hampir 10.000 m2.

Lainnya >>>