Cara Beternak Jangkrik Hingga Panen

By | November 23, 2016

Cara Beternak Jangkrik dari Awal hingga Proses Panen

Leetneet.Com – Langkah awal untuk beternak jangkrik yaitu dengan melakuak pemilihan bibit untuk ternak jangkrik . Jenis jangkrik yang biasa dibudidayakan atau di ternak adalah Gryllidae miratus dan Gryllidae testaclus, walaupun jenis lain pun dapat diternakan. Anda dapat memperoleh bibit tersebut di toko, namun lebih baik induk yang akan diternak merupakan hasil tangkapan alam, setidaknya hanya jantan yang didapat dari alam karena jantan hasil tangkapan alam lebih agresif.

Pemilihan Bibit

Membedakan antara jangkrik jantan dan betina sangatlah mudah, yaitu dengan cara melihat ekor yang mereka miliki. Jangkrik jantan hanya memiliki 2 helai ekor sedangkan jangkrik betina memiliki 3 helai ekor walaupun ekor bagian tengah merupakan ovipositor.

Berikut adalah Syarat-Syarat Calon Indukan Jangkrik Yang Baik:

  • Calon Indukan jangkrik ternak berumur sekitar 10 hingga 20 hari
  • Memiliki sungut atau antena yang masih panjang, seluruh anggota badannya masih lengkap, bisa melompat jauh dan gesit serta memiliki badan yang berwarna mengkilap.
  • Jangan pilih jangkrik yang apabila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.
  • Calon induk jantan mengeluarkan derikan yang keras serta permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Calon induk betina memiliki ovipositor pada bagian ekornya serta memiliki ukuran badan yang besar.

Proses Perawatan

Jangkrik yang akan di jadikan indukan harus berasal dari spesies yang sama, karena jika tidak dalam satu spesies maka tidak akan terjadi perkawinan dan untuk mengawinkan Jangkrik diperlukan tempat yang berbeda dengan tempat untuk pembesaran, usahakan tempat untuk mengawinkan indukan mirip dengan habitat asli jangkrik yang ada di alam yaitu dinding kandang diolesi dengan tanah liat , semen putih dan dedaunan kering. Dalam mengawinkan indukan jantan dan betina jangkrik, dalam kandang perkawinan dimasukan indukan dengan perbandingan 2 : 10.

Di dalam kandang tempat perkawinan letakkan bak yang berisi pasir atau tanah untuk tempat induk betina meletakkan telur.
Selama masa kawin, jantan akan terus menerus menderik. Selama masa kawin pula, jangkrik juga harus mendapatkan asupan pakan yang cukup seperti sayuran hijau atu juga bisa diberi ramuan dari kuning telur bebek rebus, tepung ikan dan bekatul yang dihaluskan dan ditambah pula beberapa vitamin lain.

http://www.faunadanflora.com/ Betina yang telah dibuahi akan bertelur pada bak pasir atau tanah yang telah disiapkan dalam kandang. Namun sebaiknya setelah betina bertelur pindahkan telur-telur tersebut diambil dari indukan betina untuk menghindari telur dimakan oleh induk, telur-telur tersebut akan menetas setelah berumur 7 hingga 10 hari setelah kawin atau 5 hari setelah betina tersebut bertelur ditandai dengan warna telur yang tadinya berwarna bening berubah menjadi keruh. Setelah telur menetas, mulai dari umur 1 hingga 10 hari diberi pakan berupa voor yang telah dihaluskan dan jika sudah berumur lebih dari 10 hari, anakan tersebut dapat diberi pakan sayuran, jagung muda, singkong, atau juga ubi.

Setelah jangkrik berumur sekitar 30 hari terhitung dari sejak telur menetas, jangkrik sudah dapat mulai di panen. Tapi sebenarnya dalam ternak jangkrik ini jangkrik bisa di jual dalam 2 output yaitu dalam bentuk masih telur atau juga jangkrik dewasa.

Demikian penjelasan yang diberikan tentang Cara Beternak Jangkrik Hingga Panen  .Terimakasih telah menyimak penjelasan diatas. Semoga dengan membaca artikel ini, dapat menambah pengetahuan para pembaca dan informasi yang diberikan bermanfaat.

Baca Juga :